Coretan di ruang rindu…

Shohibu baiti..

Shohibu baiti… Ya shohibu baiti…
Tuan rumahku… Wahai tuan rumah(ku)

Imamu hayatii… Ya Imamu hayati…
Pemimpin hidupku… Wahai pemimpin hidupku

Mursyidu imanii… Anta syamsu qolbiy…
Penuntun imanku… Engkau (cahaya) mentari hatiku

Qomaru fuadi… Ya qurratu ‘aini…
Rembulan jiwaku… Wahai penyejuk mataku

Syafi’u nashibiy… Ya maula jihadiy…
Penolong (dari) beban(berat)ku… Wahai muara perjuanganku

Ufuqu Syauqi… Ya baabu akhirati…
Cakrawala rinduku… Wahai pintu keabadianku

lirik diatas merupakan lirik yang sering dilantunkan oleh Cak Nun dan Kyai Kanjeng karena merupakan Lagu Kebangsaan Semesta Maiyah. Begitu dalam makna liriknya bagi saya T_T. Seringkali saya salah arah atau salah tujuan. Saya tersadar dalam lamunan. “Reach it” yang sering berputar-putar dalam diri. Sudah sepantasnya ku “bungkus” saja. Saya hanya akan terus belajar, untuk tidak membuat sedih hati Rosullullah Muhammad SAW dan Allah SWT. Dan yang utama, bagaimana mengetahui jalan pulang.

Wahai pencipta langit dan bumi Engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat wafatkanlah aku dalam keadaan pasrah (islam), dan masukkanlah aku dengan orang – orang sholeh (Yusuf:101).

source image : from google image.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.