Coretan di ruang rindu…

Belajar lewat teater Nabi Darurat Rasul Ad-hoc

Selama 2 hari Kota Surabaya juga turut disambangi teater Perdikan, Kyai Kanjeng berkolaborasi dengan band Letto dengan judul Nabi Darurat Rasul Ad-hoc (NDRA) karya Emha Ainun Najib (Cak Nun). Jauh-jauh hari sebelumnya, saya memutuskan memesan tiket untuk hari kedua. Benar saja hari kedua seolah-olah langit bersahabat dengan saya karena rindunya hanya sebatas memayungkan awan-awan tanpa melampiaskannya dengan hujan, berbeda dengan hari pertama🙂. Karena saya tidak bawa sepeda motor, saya memutuskan naik bus kota dan turun di BGJ karena memang lokasi (Gedung Cak Durasim) tidak jauh dari dari BGJ. Kira-kira pukul 3 sore saya langsung membeli tiketnya.

Tiket pun didapat hehe..

Disitu saya bertemu dengan mas Adi dari BangBang Wetan (BBW) yang sempat berdiskusi sedikit tentang BBW. Dan dikasih jadwal BBW & PB dari kartu nama Pak Gendut (Penjual pernik-pernik Maiyah), matur suwun mas🙂. Saat itu, Saya pun memutuskan untuk tidak balik lagi ke Madura, karena saat itu juga sejatinya akan dilaksanakan diskusi oleh Cak Nun, Sabrang dan para pelakon teater Pardikan. Namun karena suatu hal diskusi tidak jadi dilakukan bersama Cak Nun, diskusi dilakukan oleh beberapa panitia NDRA dari BBW nampaknya. Dan itupun dilakukan sekitar pukul setengah lima, dalam diskusi juga dilakukan briefing untuk persiapan acara malam nanti seperti alur penonton dll. Padahal saya baru akan menjadi penonton jadi berkesempatan ikut briefing singkat panitia hehe. Jadi saya sedikit banyak tahu perjuangan panitia BBW Surabaya mempersiapkan hajatnya.

Mendekati acara, penonton mulai berdatangan disekitar lokasi. Sembari menunggu acara saya melihat-lihat sekitar gedung Cak Durasim, baru tahu bahwa di Surabaya masih ada yang berlatih tari.

Alhamdulillah minat orang kota akan budaya negerinya masih ada *saya pun terharu hayah -_-. Kemudian mampir di masjid sebelah gedung Cak Durasim, yang membawa saya dimasa kecil saat ngaji disurau tiap Maghrib sampai Isya, pujian dan mencium tangan guru ngajinya saat pulang, Subhanallah indahnya. Dan saya pun bertemu seorang pengunjung (Novi) dan berbincang dengannya yang ternyata sudah menonton NDRA pada hari pertama. Awalnya tadi Novi berniat mengikuti diskusi oleh Cak Nun tapi karena terlambat Novi hanya main sembari menunggu temannya yang akan menonton NDRA dihari kedua. Saya berbincang sedikit tentang bagaimana komentarnya menyaksikan acara NDRA dihari pertama. Novi pun juga mengomentari pertunjukan teater di Surabaya mendapat antusias yang baik dari warga Surabaya. Karena menurutnya sudah jarang teater seharga 50 ribu untuk tiket festival dan 75 rb untuk VIP mampu menarik minat banyak penontonnya. Mengingat kadang di Surabaya, teater yang gratis saja peminat sedikit. Ya kami memang berpikir semua tidak lepas dari ketokohan Cak Nun dan juga kolaborasi dengan Letto menjadi penarik minat tersendiri. Memang ini juga menjadi saran yang baik bagi teater-teater lain yang akan unjuk gigi dimanapun.

Pukul 8 malam saya pun memutuskan memasuki area gedung, dan mencari tempat yang pas untuk menyimak acara. sebelum acara benar-benar dimulai, karena acara dimulai pukul 8 lewat 15, angan-angan saya membawa ke beberapa tahun yang lalu, mengingatkan almarhum teman saya di SMA, Ganesh Tegar Pradana (Ganesh). Ganesh merupakan teman saya yang berkecimpung di dunia teater masa SMA. Saya salut dengan pemikiran-pemikirannya berkiprah di teater Bayu Sasana Agra, teater SMA saya yang sering pentas setiap malam pergantian tahun. Sayangnya saat itu saya tidak ikut dalam teater karena ketidak-tahuan saya tentang keunikan teater. Dari kabar yang saya dapatkan Ganesh tetap berkiprah dilingkungan teater sampai bermain di film kolosalnya yang dibintanginya sampai saat itu sakit dan kemudian meninggal. Al fatihah untukmu Nesh..

Gong menjadi pertanda-pertanda pentas dimulai, Cak Nun pun memberikan kalimat-kalimat pembuka di awal pementasan. Terdengar jernih menenangkan membuat khusyuk. Beranjak dari singgasana khas cak Nun, pertunjukkan pun dimulai.

Terompet pun ditiup oleh sang lakon membuat saya merinding, membayangkan hari kebangkitan😦. Bergantian kata-kata terlontar dari lakon-lakon yang kadang langsung tercerna dan kadang sulit tercerna, beruntung seketika teruraikan sejenak oleh kehadiran pendukung anak-anak Letto meski kadang malah sedikit menjadi terbolak-balik alur yang sedang berjalan.

Pembelajaran malam itu benar-benar spesial bagi saya. Dengan sarana teater, pesan-pesan yang disampaikan cak Nun lewat naskah NDRA pun membawa saya mengingat seorang Iwan Fals lewat liriknya Manusia Setengah Dewa. Kegelisahan yang sama untuk negeri ini.

Ketidakstabilan suara soundsystem yang terdengar di tribun belakang, tidak membuat saya terkantuk meski mungkin banyak sebagian orang yang sampai mengantuk hingga benar-benar terbawa mimpi.

Pertunjukan yang menjiwai ditunjukkan oleh orang yang benar-benar berpengalaman dalam seni teater. Nampak kesenioran mereka-mereka, salut untuk lakon-lakon dari teater perdikan. Anak-anak Letto pun terlihat seolah-olah menjadi regenerasi dari seniornya tersebut. Diakhir acara, Lagu Sebelum Cahaya menjadi penutup, pentas teater NDRA malam itu, membawa penonton terbuai alunan musik bermakna khas Letto, band yang juga saya kagumi dan mungkin yang menginspirasi saya menjadikan judul Ruang Rindu di blog ini🙂. Selepas penampilan Letto Band, penonton berhamburan dalam pendaran cahaya untuk menjalani kembali aktifitas dunia sebenarnya yang dijalaninya.

Semoga pembelajaran dapat kita dapatkan dalam setiap perjalanan kita. Matur suwun Cak Nun dan semuanya, Al fatihah🙂

Mati-matian manusia menjadi hal yang tidak bisa dibawa mati, sementara yang pasti dalam kehidupan adalah Kematian (NDRA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s